Pokok Topik Kursus

  • General

    SELAMAT DATANG PADA MATA KULIAH AKUNTANSI MANAJEMEN PS6 SEMESTER 7

    DOSEN PENGAMPUH MATA KULIAH " RAHMAD ANNAM, SE., M. Pd"

  • PERTEMUAN 1 (19 AGUSTUS 2021) "KONSEP AKUNTANSI MANAJEMEN"

    PERKEMBANGAN AKUNTANSI MANAJEMEN

     

    A.    Konsep Akuntansi Manajemen

     

    Akuntansi merupakan seni mencatat, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, dan menganalisis transaksi ekonomi. Menurut Weygant (dalam Yadiati & Wahyudi, 2007) akuntansi adalah suatu sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari suatu organisasi kepada pihak yang berkepentingan.

    Menurut Meigs (dalam wikipedia.com, 2008) akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”.

    Akuntansi Manajemen adalah Suatu tipe informasi kuantitatif yang menggunakan uang sebagai satuan ukuran, yang digunakan untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan pengelolaan perusahaan atau informasi keuangan merupakan keluaran yang dihasilkan oleh tipe akuntansi manajemen yang dimanfaatkan oleh pemakai intern organisasi.

    Dengan demikian, secara singkat akuntansi berarti rekening atau perkiraan. Interpretasi akuntansi terdiri dari tiga bagian yaitu:

    1.      Pengidentifikasian, mengenalai aatu memilah peristiwa-peristiwa ekonomi yang merupakan laporan keuangan/transaksi.

    2.      Mencatat, pencatatan dilakukan secara sistematis, kemudian pencatatan ini diklasifikasi dan diringkas.

    3.      Pengukuran, menetapkan nilai dari peristiwa yang dipilih tersebut dalam satuan uang.

    4.      Pengkomunikasian, menyajikan informasi berdasarkan transaksi yang sedang atau sudah berlangsung.

     

    Akuntansi manajemen adalah proses pengidentifikasian dan pengklasifikasian informasi akuntansi untuk kepentingan pengambilan keputusan ekonomik oleh pihak internal perusahaan. Definisi mengenai Akuntansi Manajemen secara lengkap dan luas diberikan oleh Management Accountant Practice Commitee adalah proses identifikasi, pengukuran, pengumpulan, analisis, penyiapan, dan komunikasi informasi finansial yang digunakan oleh manajemen untuk perencanaan, evaluasi, pengendalian dalam suatu organisasi, serta untuk menjamin ketepatan penggunaan sumber-sumber dan pertanggu ngjawaban atas sumber-sumber tersebut. Akuntansi manajemen juga meliputi penyiapan laporan finansial untuk kelompok-kelompok non-manajemen seperti misalnya pemegang saham, para kreditor, lembaga-lembaga pengaturan, dan penguasa perpajakan (Supriyono, 1991).

    Akuntan manajemen bertanggungjawab untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, menganalisis, menyiapkan, menafsirkan, dan mengkomunikasikan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan. Kualitas informasi akuntansi yang dihasilkan akan mempengaruhi kualitas dari proses manajemen. Tanggungjawab tersebut terangkum dalam fungsi perencanaan, pengevaluasian, pengendalian, pertanggungjawaban sumberdaya, dan pealporan eksternal. Akuntan manajemen berfungsi sebagai penyedia informasi akuntansi yang bermanfaat untuk pengelolaan aktivitas manajemen. Untuk itu akuntan manajemen biasanya terlibat secara langsung dalam proses manajemen sebagai anggota penting dari tim manajemen.

         Dalam rangka melaksanakan perannya tersebut, akuntan manajemen terikat oleh kode etik akuntan. Kode etik akuntan berfungsi sebagai alat kendali bagi akuntan manajemen dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Nilai-nilai dasar yang dijadikan dasar penentuan standar etika bagi akuntan antara lain: kejujuran, integritas, komitmen terhadap janji, kesetiaan, keadilan, kepedulian terhadap sesama, penghargaan terhadap orang lain, dan tanggung jawab. (Sugiri dan Sulastiningsih, 2004).

     

     

     

     

    B.     Sejarah Perkembangan Ilmu Akuntansi

    Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 SM. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka-angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu.

    Dalam artikelnya, Herbert (dalam Harahap, 1997) menjelaskan perkembangan akuntansi sebagai berikut: Tahun 1775 : pada tahun ini mulai diperkenalkan pembukuan baik yang single entry maupun double entry. Tahun 1800: masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang utama digunakan dalam perusahaan. Tahun 1825 : mulai dikenalkan pemeriksaaan keuangan (financial auditing). Tahun 1850 : laporan laba/rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan yang dianggap lebih penting.Tahun 1900 : di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional. Tahun 1925 : banyak perkembangan yang terjadi tahun ini, antara lain: Mulai diperkenalkan teknik-teknik analisis biaya, akuntansi untuk perpajakan, akuntansi pemerintahan, serta pengawasan dana pemerintah.

    Laporan keuangan mulai diseragamkan, Norma pemeriksaaan akuntan juga mulai dirumuskan; dan Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai dikenalkannya “punch card record”. Tahun 1950 s/d 1975 : Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam perkembangan akuntansi, yaitu sebagai berikut. Pada periode ini akunansi sudah menggunakan computer untuk pengolahan data. Sudah dilakukan Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP). Analisis Cost Revenue semakin dikenal. Jasa-jasa perpajakan seperti kunsultan pajak dan perencanaan pajak mulai ditawarkan profesi akuntan.

    Management accounting sebagai bidang akuntan yang khusus untuk kepentingan manajemen mulai dikenal dan berkembang cepat. Muncul jasa-jasa manajemen seperti system perencanaan dan pengawasan. Perencanaan manajemen serta management auditing mulai diperkenalkan. Tahun 1975: mulai periode ini akuntansi semakin berkembang dan meliputi bidang-bidang lainnya, perkembangan itu antara lain: Timbulnya management science yang mencakup analisis proses manajemen dan usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya Sistem informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan model-model organisasi, perencanaan organisasi, teori pengambilan keputusan, dan analisis cost benefit.

    Metode permintaan yang menggunakan computer dalam teori cybernetics. Total system review yang merupakan metode pemeriksaan efektif mulai dikenal. Social accounting manjadi isu yang membahas pencatatan setiap transaksi perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.

    Di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak 1642, tetapi jejak yang jelas baru ditemui pada pembukuan Amphion Society yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1747. Perkembangan akuntansi yang mencolok baru muncul setelah undang-undang mangenai tanam paksa dihapuskan tahun 1870. Dengan dihapuskannya tanam paksa, kaum pengusaha Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk menanamkan modalnya. Sistem yang dianut oleh pengusaha Belanda ini adalah seperti yang diajarkan oleh Luca Pacioli.

    Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya teknik pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo-Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo-Saxon).

    Fungsi pemeriksaan (auditing) mulai dikenalkan di Indonesia tahun 1907, yaitu sejak seorang anggota NIVA, Van Schagen, menyusun dan mengontrol pembukuan perusaan. Pengiriman Van Schagen ini merupakan cikal bakal dibukanya Jawatan Akuntan Negara (GAD – Government Accountant Dients) yang resmi didirikan pada tahun 1915.

    Akuntan public pertama adalah Frese & Hogeweg, yang mendirikan kantornya di Indonesia tahun 1918. Bidang-bidang Akuntansi; Akuntansi Keuangan (Financial Accounting), Pemeriksaan Akuntan (Auditing), Akuntansi Manajemen (Management Accounting), Akuntansi Biaya (Cost Accounting), Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting), System Informasi (Information System), Anggaran (Budgeting), Akuntansi Pemerintahan (Govermental Accounting), Akrual Basis dan Kas Basis, Akuntan Internal dan Akuntan Eksternal, Akuntansi Proyek (Project Accounting), Hubungan Akuntansi dengan Bidang Lain.

    Pentingnya pemahaman akuntansi tidaklah terbatas hanya pada dunia usaha semata. Banyak karyawan yang pendidikannya bukan dalam bidang bisnis juga menggunakan data akuntansi dan mereka itu perlu mengetahui prinsip-prinsip serta terminologi akuntansi. Semua orang akan berhubungan dengan transaksi usaha sehingga harus memperhatikan aspek keuangan yang terdapat dalam dirinya sendiri. Dalam dunia bisnis yang semakin modern, akuntansi memainkan peranan penting, dan dalam arti luas semua warga Negara akan berhubungan dengan dunia akuntansi pada kesempatan tertentu.

     

    C.    Konsep Informasi Akuntansi Manajemen

    Informasi akuntansi manajemen mengacu pada proses perbaikan nilai secara terus menerus untuk menambah nilai produk atau jasa yang berkaitan dengan rencana, desain, ukuran dan operasi system informasi financial dan nonfinancial yang membimbing dan mengarahkan tindakan manajemen, memotivasi perilaku, dan mendukung serta menciptakan nilai budaya yang diperlukan untuk mencapai sasaran organisasi. Manfaat Informasi akuntansi manajemen, yaitu;

    1. Dapat mengurangi ketidakpastian.

    2. Membantu manajemen untuk bertindak lebih baik.

    3. Membantu manajemen untuk mengenali lingkungan internal maupun eksternal.

    4. Membantu manajemen dalam penilaian kinerja.

    5. Membantu perencanaan manajemen.

    6. Memotivasi Manajemen.

     

    D.    Akuntansi Manajemen sebagai suatu Tipe Informasi

    Akuntansi Manajemen dipandang sebagai suatu tipe akuntansi yang merupakan suatu proses untuk mengolah informasi keuangan untuk memenuhi keperluan para manajer dalam perencanaan dan pengendalian aktivitas organisasi. Informasi adalah suatu data, fakta, pengamatan, persepsi atau sesuatu yang lain yang menambah ilmu pengetahuan.

    Pemerolehan informasi dapat dibagai dari sumber baik eksternal maupun internal.   Karakteristik informasi yang berkualitas :

    1.      Tepat waktu : Informasi harus tepat waktu karena apabila informasi datang terlambat maka informasi tersebut tidak berguna lagi. Ketepatan waktu sangat diperlukan manajemen dalam persaingan global.

    2.      Relevan : Relevan adalah kesesuaian informasi tersebut dengan kebutuhan manajemen. Informasi yang relevan akan sangat  mendukung manajemen dalam pengambilan keputusan.

    3.      Akurat : Informasi yang akurat akan menjamin ketepatan dalam pengambilan keputusan manajemen. Broadscope adalah keluasan informasi. Dengan informasi yang luas, manajemen dapat meminimalisir resiko yang mungkin timbul dari keputusan yang dibuat.

     

    E.     Persamaan dan Perbedaan akuntansi keuangan dan manajemen

    Prinsip akuntansi yang lazim diterima baik dalam akuntansi keuangan kemungkinan besar juga merupakan prinsip pengukuran yang relevan dalam akuntansi manajemen. Sama-sama menggunakan informasi operasi yang sama.

    Sedangakan perbedaan akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan

     

    Keterangan

    Akuntansi Keuangan

    Akuntansi Manajemen

    Audience

    Eksternal

    Internal

    Tujuan

    Melaporkan kinerja masa lalu pada pihak eksternal

    Memberitahukan perbuatan keputusan internal oleh tenaga dan manajer umpan balik dan pengendalian kinerja operasi

    Waktu

    Terlambat, historis

    Saat ini, orientasi masa yang akan datang.

    Tipe Informasi

    Hanya mengukur keuangan.

    Keuangan dan operasional dan pengukuran fisik proses, teknologi, supplier, pelanggan dan kompetitor

    Batasan

    Regulasi, dikendalikan oleh aturan-aturan standar keuangan

    Tidak ada regulasi, system dan informasi ditentukan oleh manajemen untuk mempertemukan kebutuhan stratejik dan operasional

    Sifat informasi

    Objektif, dapat di audit,reliable, konsisten, dan tepat

    Lebih subjektif dengan pertimbangan valid, relevan dan akurat

    Cakupan

    Laporan organisasi keseluruhan

    Memberitahukan keputusan  dan tindakan

     

    F.      Perilaku Etis Akuntan Manajemen

    Ada 10 nilai  inti yang diidentifikasi menghasilkan prinsip-prinsip yang melukiskan benar dan salah dalam kerangka umum, yaitu : Kejujuran (honesty), Integritas (integrity), Memegang janji (promise keeping), Kesetiaan (fidelity), Keadilan (fairness),Kepedulian terhadap sesama (caring for others), Penghargaan kepada orang lain (respect for others), Kewarganegaraan dan bertanggung jawab (responsible citizenship), Pencapaian kesempurnaan (pursuir of excellence), Akuntabilitas (accountibillity),IMA (Instititute of Management Accountants) mengeluarkan pernyataan  tentang standar perilaku etis akuntan manajemen. Standar tersebut adalah sebagai berikut.

    1.      Kompetensi

    Akuntan manajemen bertanggungjawab untuk Menjaga tingkat kompetensi professional yang dimiliki dengan terus menerus mengembangkan pengetahuan dan keahliannya. Melakukan tugas-tugas profesionalnya sesuai dengan hokum, peraturan, dan standar teknis yang berlaku. Menyusun laporan dan rekomendasi yang lengkap serta jelas setelah melakukan analisis yang benar terhadap informasi yang relevan dan dapat dipercaya.

    2.      Kerahasiaan

    Akuntan manajemen bertanggungjawab untuk : Tidak membocorkan informasi rahasia tanpa ijin, kecuali diharuskan secara hokum. Memberi tahu bawahan seperlunya dan memonitor aktivitas mereka untuk menjaga kerahasian tersebut.

    3.      Integritas

    Akuntan  manajemen bertanggungjawab untuk : Menghindari konflik kepentingan actual. Menahan diri dari aktivitas yang akan menimbulkan kecurigaan terhadap kemampuan mereka untuk melakukam tugasnya secara etis. Menolak pemberian, penghargaan,  dan keramah-tamahan yang dapat mempengaruhi mereka dalam bertugas. Menahan diri untuk tidak melakukan penggerogotan terhadap legitimasi organisasi dan tujuan-tujuan etis, baik secara aktif  maupun pasif. Mengkomunikasikan berbagai batasan professional Mengkomunikasikan informasi yang baik atau buruk  dan penilaian atau opini professional.

    4.      Objektivitas

    Akuntan manajemen bertanggungjawab untuk : Mengkomunikasikan informasi dengan adil dan objektif Mengungkapkan semua informasi yang relevan dan dapat diharapkan mempengaruhi pemahaman pengguna terhadap laporan, komentar, dan rekomendasi yang dikeluarkan.

    5.      Resolusi konflik etika

    Dalam pelaksanaan standar perilaku etis, akuntan manajemen mungkin menghadapi masalah dalam mengidentifikasi perilaku yang tidak etis atau dalam menyelesaikan konflik etika. Ketika menghadapi  isu-isu etika yang penting, akuntan manajemen harus mengikuti kebijakan yang ditetapkan organisasi dalam mengatasi konflik. Jika kebijakan ini tidak menyelesaikan konflik etika, akuntan manajemen harus mempertimbangkan tindakan berikut ini: Mendiskusikan masalah tersebut dengan supervisor kecuali jika masalah tersebut melibatkan atasannya. Menjelaskan konsep-konsep  yang relevan melalui diskusi rahasia dengan seorang penasihat yang objective untuk mencapai pemahaman terhadap tindakan yang mungkin dilakukan. Jika konflik etika masih ada setelah dilakukan tindakan terhadap semua jenjang, akuntan manajemen mungkin tidak mempunyai jalan lain kecuali mengundurkan diri dari organisasi dan memberikan memo yang informative kepada perwakilan organisasi yang ditunjuk. Kecuali diperintah secara hukum, mengkomunikasikan masalah tersebut kepada berbagai otoritas atau individu yang tidak ada hubungan dengan organisasi bukanlah pertimbangan yang tepat.

     

    G.    Peranan Akuntansi Manajemen Dalam Proses Pengambilan Keputusan Praktis

     

    Secara hirarki manajemen dapat dikelompokan menjadi tiga bagian yaitu: Manajemen atas(senior executive), Manajemen menengah(middle management), dan Manajemen bawah (operational level. Masing-masing tingkatan ini membutuhkan informasi yang berbeda-beda.

    Contoh : Pada organisasi  bengkel supervisor merupakan manajemen tingkat bawah (operational level). Tugas supervisor adalah memeriksa sepeda motor dll. Informasi yang dibutuhkan adalah jumlah kerusakan, keseringan kerusakan, jumlah komponen yang dibutuhkan dan sebagainya.

    Sementara manajer merupakan manajemen tingkat menengah, informasi yang dibutuhkan berbeda dari level operasional. Level menengah membutuhkan informasi seperti yang berkaitan dengan cara meningkatkan pendapatan (laba) perusahaan. Manajemen tingkat menengah ini lebih terfokus pada cara atau strategi yang dapat meningkatkan laba perusahaan. Sedangkan pemilik (owner) atau jajaran direksi merupakan manajemen tingkat atas (senior executive).

    Pada level ini membutuhkan informasi tentang bagaimana cara untuk menyusun strategi mempertahankan market share bengkel, memperbesar omset perusahaan, diversifikasi perusahaan, loyalitas dan kepuasan pelanggan dan sebagainya. Tampak jelas pada contoh diatas bahwa masing-masing tingkatan manajemen perusahaan membutuhkan informasi berbeda satu dengan lainnya.

    • PERTEMUAN 2 (26 AGUSTUS 2021) "KEPUTUSAN INVESTASI MODAL"

      KEPUTUSAN INVESTASI MODAL

      A.           Konsep Investasi Modal

       B.            Penganggaran Modal

      Keputusan investasi modal berhubungan dengan proses perencanaan,
      penentuan tujuan dan prioritas, pengaturan pembiayaan, dan penggunaan kriteria
      tertentu untuk memilih asset jangka panjang. Proses pembuatan keputusan sering
      disebut dengan penganggaran modal. Ada dua jenis penganggaran modal: proyek
      independen dan proyek mutually exclusive.

      1.      Proyek independen adalah proyek yang jika diterima atau ditolak, tidak
      mempengaruhi arus kas dari proyek lain. Contoh: keputusan Astra Internasional
      untuk membangun pabrik baru Toyota tidak berpengaruh terhadap keputusan untuk membangun pabrik Daihatsu.

      2.      Proyek mutually exclusive adalah suatu proyek yang jika proyek yang jika
      diterima akan membuat ditolaknya alternatif proyek lainnya. Misalnya: keputusan
      untuk meneruskan penggunaan mesin manual atau menggantikannya dengan mesin yang terotomatisasi.

      Keputusan investasi modal berhubungan dengan investasi pada aset jangka
      panjang. Salah satu tugas manajer adalah untuk menentukan apakah investasi modal
      akan dapat mengembalikan investasi awal dan memberikan return yang memadai. Secara umum disepakati bahwa return yang memadai harus menutupi biaya opportunitas dari modal yang diinvestasikan. Mengingat bahwa modal investasi sering diperoleh dari sumber yang berbeda, maka return yang dihasilkan juga merupakan campuran dari biaya opportunitas berbagai sumber yang digunakan dalam permodalan. Manajer harus memilih proyek yang menjanjikan maksimalisasi kekayaan pemilik perusahaan.

      Untuk membuat keputusan investasi, manajer harus memperkirakan jumlah
      dan waktu munculnya arus kas, menilai risiko investasi, dan mempertimbangkan
      pengaruh proyek terhadap laba perusahaan. Salah satu hal tersulit adalah
      memperkirakan arus kas; keakuratan arus kas akan meningkatkan reliabilitas
      keputusan investasi. Dalam membuat proyeksi arus kas, manajer harus
      mengidentifikasikan dan menghitung keuntungan terkait dengan proyek yang
      diusulkan.

       

      C.    Model Keputusan Investasi Modal

      Ada dua model yang digunakan untuk membuat suatu keputusan investasi
      modal, yaitu: nondiscounting model dan discounting model. Nondiscounting
      model mengabaikan nilai waktu uang, sedangkan discounting model secara eksplisit menggunakan nilai waktu uang.

      1.            Model Nondiskonto

      a)      Periode Pengembalian (Payback Period)

      Payback period adalah jangka waktu yang digunakan oleh perusahaan untuk mengembalikan investasi awalnya. Rumus yang digunakan untuk menghitung periode payback adalah berikut ini: Periode payback = investasi awal arus kas tahunan. Dengan metode ini, perusahaan menetapkan periode payback maksimum untuk semua proyek dan menolak setiap proyek yang melebihi periode payback tersebut. Metode payback dapat digunakan sebagai ukuran kasar risiko; semakin lama periode yang diperlukan proyek untuk mengembalikan investasi awalnya, semakin berisiko pula proyek tersebut. Kelemahan metode payback:

      1.      mengabaikan nilai waktu uang, dan

      2.      mengabaikan kinerja investasi setelah periode payback. Periode payback memberikan kepada manajer informasi yang dapat digunakan untuk:

      a.       Membantu mengendalikan risiko yang berhubungan dengan ketidakpastianaliran kas masa depan 

      b.      Membantu meminimumkan dampak investasi dari masalah likuiditas perusahaan

      c.       Membantu mengendalikan risiko keusangan

      d.      Membantu mengendalikan pengaruh investasi dalam pengukuran kinerja

      Rumus: Periode pengembalian= Investasi semula/Arus kas tahunan.

       
       

       

       


      b)     Tingkat Pengembalian Akuntansi (Accounting Rate of Return)

      Accounting Rate of Return (ARR) mengukur return proyek dari labanya, bukan dari arus kasnya. Laba berbeda dengan arus kas karena akrual dan deferral yang digunakan dalam perhitungannya. Laba bersih rata-rata suatu proyek bias dihitung dengan  mengurangi arus kas dengan depresiasi rata-rata. ARR dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

      Investasi rata-rata = (I+S)/2

       

       
       

       


      Keterangan

      I    = Investasi awal

      S  =  Nilai sisa (salvage value)          

      ARR =

      Laba, rata-rata.

      Investasi awal atau investasi rata-rata

      Dimana: Investasi rata-rata = (investasi awal + nilai residu)/2
      Alasan penggunaan ARR:

      a.        Sebagai suatu ukuran screening untuk memastikan bahwa investasi baru tidak akan mempengaruhi laba bersih secara negatif.

      b.      Untuk memastikan pengaruh yang diinginkan terhadap laba bersih sehingga bonus meningkat.

      Berbeda dengan payback period, ARR mempertimbangkan profitabilitas proyek, namun seperti payback period, ARR mengabaikannya nilai waktu uang. Oleh karenanya, kedua model tersebut disebut model nondiskonto.

      2.            Model Diskonto

      Model diskonto secara eksplisit mempertimbangkan nilai waktu dari uang dan memasukkan konsep diskonto arus kas masuk dan arus kas keluar.

      a.      Nilai Sekarang Bersih(Net Present Value)

      Net Present Value (NPV) merupakan selisih/perbedaan antara nilai sekarang aliran kas masuk dan kas keluar yang berhubungan dengan proyek. NPV dihitung dengan:

      NPV = [£CFt/(1 + i/] - I
      = [£CFt dft] - I
      = P – I

      Dimana: I = nilai sekarang dari biaya projek (biasanya modal awal)

      CFt = arus kas masuk yang diterima pada periode t, dengan t=1... n
      n = umur hidup proyek
      i = tingkat return yang diinginkan
      t = periode waktu

      P = nilai sekarang dari aliran kas masuk di masa depan
      dft = 1//(1 + i)\ faktor diskon

      NPV mengukur profitabilitas investasi. Nilai NPV positif suatu proyek
      menunjukkan adanya peningkatan kekayaan. Dalam menggunakan NPV, tingkat
      pengembalian yang duperlukan harus ditentukan. Tingkat pengembalian yangdiperlukan (required rate of return) adalah tingkat pengembalian minimum yangdapat diterima; sering disebut juga sebagai tingkat diskonto, tingkat batas/tingkatrintangan (hurdle rate), dan biaya modal. Kriteria dalam pembuatan keputusan tentang NPV meliputi:

      a)      Jika NPV = 0. Hal ini menunjukkan bahwa: (1) investasi awal telah dapat dikembalikan, dan (2) tingkat kembalian investasi telah terpenuhi. Jika NPV = 0, berarti titik impas sudah tercapai dan pengambil keputusan dapat menerimaatau menolak proyek tersebut.

      b)      Jika NPV > 0. Hal ini menunjukkan: (1) investasi awal telah dapat
      dikembalikan, (2) tingkat kembalian investasi telah terpenuhi, (3) tingkat
      kembalian yang diterima adalah selisih antara no (1) dan no (2). Jika NPV > 0,maka investasi tersebut menguntungkan dan dapat diterima.

      c)      Jika NPV < 0. Hal ini berarti hasil investasi lebih kecil dari tingkat
      pengembalian yang diperlukan. Sebaiknya investasi ditolak.

      Model NPV mengasumsikan bahwa semua aliran kas yang dihasilkan oleh proyek segera diinvestasikan kembali untuk memperoleh tingkat kembalian yang diharapkan selama umur proyek.

      b.      Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return)

      Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat diskonto pada saat NPV proyek sama dengan nol. Untuk mencapai IRR, maka P = I. Dengan df sebagai factor diskonto dan CF sebagai arus kas tahunan, maka dihasilkan persamaan:

      I = £CFt/(1 + i)

      (1 + i) = UYCFx

      df = I/ICFt

      Contoh: sebuah proyek memerlukan investasi Rp10.000.000 dan akan
      memberikan return Rp12.000.000 setelah satu tahun. Berapakah IRR-nya?

      Rp12.000.000/(1 + i) = Rp10.000.000
      1 + i = 1.2
      i = 0.20

      Jika IRR sudah dihitung, maka IRR dibandingkan dengan tingkat return yang
      diinginkan oleh perusahaan. Jika IRR lebih besar dari tingkat return yang diinginkan, maka proyek diterima; jika IRR sama dengan tingkat return yang diinginkan, maka diterima/ditolaknya proyek sama saja; jika IRR lebih kecil dari tingkat return yang diinginkan, maka proyek ditolak. IRR merupakan ukuran yang paling sering digunakan dalam pembuatan
      keputusan investasi modal. Manajer menyukai IRR karena konsep IRR mudah
      untuk digunakan. Selain itu manajer mungkin percaya bahwa IRR merupakan tingkat return aktual yang diterima dari investasi awal. Apapun alasannya pemahaman mendasar terhadap konsep IRR sangat diperlukan.

      D.    Ilustrasi Pembuatan Keputusan Investasi Modal

      Berikut ini diberikan contoh soal untuk menggambarkan penerapan metode nondiskonto dan diskonto dalam penilaian investasi:

      a)      Aloha Company ingin membeli mesin otomatis yang menggunakan teknologi
      komputerisasi terbaru. Pembelian mesin otomatis tersebut memerlukan biaya
      sebesar Rp2.400.000,00. Mesin tersebut dianggap memiliki umur ekonomis
      selama 5 tahun tanpa adanya nilai residual. Setiap tahunnya, Aloha mengharapkan
          pendapatan kas sebesar Rp3.900.000,00 dan pengeluaran kas sebesar Rp3.000.000,00.

      Diminta:

      1.      Hitunglah payback period untuk mesin otomatis tersebut!

      2.      Hitunglah ARR (accounting rate of return) dengan menggunakan (1) investasi
      awal dan (2) investasi rata-rata!

      3.      Hitunglah NPV dengan asumsi tingkat return yang diharapkan 10%!

      4.      Hitungkah IRR mesin otomatis!

      5.      Apakah sebaiknya Aloha Company membeli mesin tersebut?

      Jawab:

      Arus kas bersih/tahun = arus kas masuk - arus kas keluar
                                          = Rp3.900.000 - Rp3.000.000
                                          = Rp900.000,00 per tahun

      1.      Payback period = Rp2.400.000/Rp900.000 per tahun

                                         = 2,67 tahun
                                         = 2 tahun 8 bulan

      2.      Penyusutan = Rp2.400.000/5 tahun = Rp480.000,00/tahun

      Laba bersih = arus kas/tahun - penyusutan
                          = Rp900.000 - Rp480.000
                          = Rp420.000,00

      (1)  ARR (investasi awal) = Rp420.000/Rp2.400.000 = 17,5%

      (2)  ARR (investasi rata-rata) = Rp420.000/(Rp2.400.000/2) = 35%

      3. NPV

      (1) Menggunakan tingkat diskonto yang tersedia di tabel (faktor diskonto

      10%) atau menghitung dengan kalkulator sesuai dengan rumus: CFt / (1 + i)

      Tahun

      Arus Kas

      Faktor Diskonto

      Nilai Sekarang

      0

      (Rp2.400.000)

      1,00

      (Rp2.400.000)

      1

      Rp900.000

      0,909

      Rp818.100

      2

      Rp900.000

      0,826

      Rp743.400

      3

      Rp900.000

      0,751

      Rp675.900

      4

      Rp900.000

      0,683

      Rp614.700

      5

      Rp900.000

      0,621

      Rp558.900

      Total arus kas masuk

      Rp3.411.000

      NPV

      Rp1.011.000

       

      (2) Menggunakan faktor diskonto tunggal (koefisien anuitas)

      Tahun

      Arus Kas

      Faktor Diskonto

      Nilai Sekarang

      0

      (Rp2.400.000)

      1,00

      (Rp2.400.000)

      1-5

      Rp900.000

      3,791

      Rp3.411.900

      NPV

      Rp1.011.900[1]

       

      4.    Diketahui bahwa faktor diskonto adalah 2,67. Selanjutnya karena investasi ini mempunyai periode 5 tahun maka kita mencarinya di tabel diskonto pada baris kelima. Kita temukan bahwa nilai 2,67 berada di antara nilai 2,745 (diskonto 24%) dan 2,635 (diskonto 26%). Dengan demikian faktor diskonto dari investasi ini adalah antara 24% - 26% dengan kecenderungan mendekati 26%.

      5.    Dengan memperhatikan perhitungan terhadap return investasi dengan berbagaimetode, antara lain: periode pengembalian 2 tahun 8 bulan, ARR investasi awal 17,5 dan ARR investasi rata-rata 35%, NPV positif sebesar Rp1.011.000, IRR mendekati 26% (lebih besar dari return yang diharapkan, yaitu 10%), maka sebaiknya Aloha Company membeli mesin otomatis tersebut.

       

      b)      Tuan X melakukan investasi awal Rp 100.000.000,- dan arus kas masuk dikurangi arus kas keluar Rp 50.000.000,- per tahun, maka periode pengembaliannya adalah Rp 100.000.000,-/Rp 50.000.000,- = 2 tahun. Jika arus kas nya terdiri dari beberapa tahun dan tidak sama per tahunnya maka peride pengembaliannya dihitung sebagai berikut:

      1.      Investasi awal usaha cuci mobil Rp 100.000.000,

      2.      sedangkan arus kas tahunan adalah Rp 30.000.000,-, Rp 40.000.000,-, Rp 50.000.000,-, Rp 60.000.000,-, Rp 70,.000.000,-

      3.      maka periode pengembaliannya adalah Rp 30.000.000,-(1 tahun) Rp 40.000.000,-(1 tahun) + Rp 30.000.000,-(6 bulan) = 2,6 tahun.

       

      c)      Suatu investasi biaya awal Rp 100.000.000,- umur investasi 5 tahun dengan arus kas per tahun adalah Rp 30.000.000,-, Rp 30.000.000,-, Rp 40.000.000,-, Rp 30.000.000,- Rp 50.000.000, Total arus kas 5 tahun adalah Rp 180.000.000,-

      1.      maka arus kas rata-rata per tahun adalah Rp Rp 36.000.000,- (Rp 180.000.000,-/5).

      2.      Penyusutan rata-rata adalah Rp 100.000.000,-/5= Rp 20.000.000,-

      3.      maka laba bersih rata-rata adalah Rp 36.000.000,- - Rp 20.000.000,- = Rp 16.000.000,-.

      4.      Dengan menggunakan investasi rata-rata maka Tingkat pengembalian investasi = Rp 16.000.000,-/Rp 50.000.000,- = 32%.

       

      d)     IRR dalam investasi ini adalah tingkat suku bunga yang menyamakan antara 5
      kali arus kas tahunan Rp900.000,00 dengan investasi sebesar Rp2.400.000,00.
      Dengan
      df sebagai faktor diskonto dan CF sebagai arus kas tahunan, maka
      dihasilkan persamaan:

      I - CF(df)
      df = I/CF

      = Rp2.400.000/Rp900.000
      = 2,67