Bagan Mingguan

  • Umum

    SELAMAT DATANG PADA MATA KULIAH ANGGARAN PS2 SEMESTER 5

    DOSEN PENGAMPUH MATA KULIAH "RAHMAD ANNAM, SE., M. Pd"

  • PERTEMUAN 1 (19 AGUSTUS 2021) "KONSEP ANGGARAN"

    PENGERTIAN ANGGARAN

                Anggaran adalah suatu rencana kegiatan perusahaan yang disusun secara sistematis yang dinyatakan dalam satuan moneter untuk satu periode maupun periode yang akan datang.

                Anggaran perusahaan adalah suatu prose perencanaan kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam suatu kegiatan operasi perusahaan, yang dinyatakan dalam satuan moneter yang bertujuan untuk memproyeksi keuangan perusahaan.

    Anggaran adalah suatu alat perencanaan dan pengawasan operasi keuntungan dalam suatu organisasi laba dimana tingkat formalitas suatu budget tergantung besar kecilnya organisasi.
    Menurut Munandar,"Budget (anggaran)ialah suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan. Yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang".

    Faktor-Faktor yang perlu diperhatikan dalam menyusun anggaran sbb:

    1. Pengetahuan tentang tujuan dan kebijakan umum perusahaan.

    2.Data-data sebelumnya

    3. Kemungkinan perkembangan kondisi ekonomi

    4. Pengetahuan tentang taktik, sebagai pesaing dan gerak-gerik pesaing

    5. Kemungkinan adanya perubahan kebijakan pemerintah

    6. Penelitian untuk pengembangan perusahaan


    Tujuan disusunnyaanggaran ialah:

    1. Sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber dan investasi dana
    2. Memberikan batasan atas jumlah dana yang dicari dan digunakan
    3. Merinci jenis sumber dana yang dicari maupun jenis investasi dana sehingga dapat memudahkanpengawasan
    4. Merasionalkan sumber dana dan investasi dana agar dapat mencapai hasil yang maksimal
    5.
    Anggaran menyempurnakan rencana yang telah disusun karena lebih jelas dan nyata terlihat
    6. Menampung dan menganalisis serta memutuskan setiap usulan yang berkaitan dengan keuangan


    Manfaat Anggaran:
    1. Dalam penyusunan anggaran perlu dialokasikan sumber daya yang dapat dimanfaatkan seefisien mungkin sehingga bermanfaat untuk manajemen
    .

    2. Segala kegiatan dapat terarah pada pencapaian tujuan bersama, dimana hasil yang diharapkan dari rencana dapat diproyeksikan sebelum rencananya dilaksanakan

    2.Dapat digunakan sebagai alat penilaian kelebihan atau kekurangan pegawai

    3. Menimbulkan rasa tanggung jawab pegawai  dan dapat memotivasi karyawan karena ada

    tujuan/sasaran bersama yang akan dicapai

    4. Anggaran dapat menjadi pedoman kerja

     

    Kelemahan Anggaran:
    1. Anggaran dibuat berdasarkan taksiran dan asumsi sehingga mengandung unsur ketidakpastian
    2.Menyusun anggaran yang cermat memerlukan waktu, uang dan tenaga
    3. Pihak yang merasa dipaksa untuk melaksanakan anggaran dapat menggerutu dan menentang sehingga pelaksanaan anggaran kurang efektif.

     

    Kaitan antara Budgeting dan Manajemen, pada dasarnyamempunyai manfaat yang sama, yakni dalam hal perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.

    Dalam bidang perencanaan

    ·           Mendasarkan kegiatan-kegiatan pada penyelidikan-penyelidikan studi dan penelitian-penelitian. Budget bermanfaat untuk membantu manajer meneliti, mempelari masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan yang akan dilakukan. Dengan kata lain, sebelum merencanakan kegiatan, manajer mengadakan penelitian dan pengamatan-pengamatan terlebih dahulu. Kebiasaan membuat rencana-rencana akan menguntungkan semua kegiatan. Terutama kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kebutuhan financial, tingkat persediaan, fasilitas-fasilitas produksi, pembelian, pengiklanan, penjualan , sales promotion, pengembangan produk, expansi dan lain-lain.

    ·           Mengerahkan seluruh tenaga dalam perusahaan dalam menentukan arah/kegiatan yang paling menguntungkan. Budget yang disusun untuk waktu panjang, akan sangat membantu dalam mengerahkan secara tepat tenaga-tenaga kepala bagian, salesman, kepala cabang dan semua tenaga operasional.

    ·           Untuk membantu atau menunjang kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan

    ·           Menentukan tujuan-tujuan perusahaan. Manajemen yang dapat menentukan tujuannya secara jelas dan logis ( dapat dilaksanakan) adalah manajemen yang akan berhasil. Penentuan tujuan ini dibatasi oleh beberapa faktor. Budget dapat membantu manajemen dalam memilih : mana tujuan yang dapat dilaksanakan dan mana yang tidak.

    ·           Membantu menstabilkan kesempatan kerja yang tersedia. Seorang majikan yang baik tidak akan pernah mengabaikan atau tidak mempedulikan kesejahteraan pegawainya. Perencanaan kebutuhan tenaga kerja yang baik akan mengakibatkan dapat dihindarkannya kelebihan dan kekurangan tenaga kerja. Tanpa rencana tentang kebutuhan tenaga kerja, mengakibatkan terpaksa diberhentikannya sebagian buruh yang berlebihan. Bila terus menerus berlangsung hal ini akan mengakinatkan tidak stabilnya tingkat employment

    ·           Mengakibatkan pemakaian alat-alat fisik secara lebih efektif. Dengan disusunnya perencanaan yang terperinci, dapat dihindarkan biaya-biaya yang timbul karena kapasitas yang berlebihan. Pemakaian alat-alat fisik yang efektif dan ekonomis akan membantu/menyokong tujuan akhir perusahaan yaitu keuntungan yang maksimum.

     

    Dalam bidang koordinasi

    ·           Membantu mengkoordinasikan faktor manusia dengan perusahaan. Dalam beberapa situasi mungkin faktor hubungan manusia dengan perusahaan ini adalah yang terpenting. Seringkali terjadi kasus di mana manajer tidak tahu apa yang akan dilakukannya di tahun-tahun mendatang. Akibatnya kadang-kadang manajer frustasi dan merasa makin lama semakin tidak mampu mengatasinya. Penyusunan rencana yang terperinci (beruapa budget) membantu manajer mengatasi masalah itu, sehingga ia kembali merasa adanya hubungan antara kemampuannya dengan perusahaan yang dipimpinnya.

    ·           Menghubungkan aktivitas perusahaan dengan trend dalam dunia usaha. Dalam penelitian-penelitian yang telah dilakukan tampak bahwa trend keuntungan yang didapat oleh perusahaan tergantung juga kepada keadaan dunia usaha pada umumnya. Karena itu dengan disusunnya budget, dapat dinilai apakah rencana ter sebut sesuai denagn keadaan dunia usaha yang akan dihadapi.

    ·           Menempatkan penggunaan modal pada saluran-saluran yang menguntungkan, dalam arti seimbang dengan program-program perusahaan. Sebelum membelanjakan uangnya, perusahaan harus mempelajari terlebih dahulu saluran-saluran mana yang paling menguntungkan atau yang paling sesuai dengan program perusahaan. Sebagian dana digunakan untuk peralatan dan persediaan barang, sedangkan bagian yang lain dipergunakan untuk promosi dan biaya penjualan lain. Kedua bagian tersebut harus seimbang . Tanpa perencanaan yang baik mungkin saja terjadi persediaan barang terlalu jauh di atas kemampuan penjualan atau  produksi.

    ·           Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam organisasi. Setelah rencana yang baik disusun dan kemudian dijalankan. Kelemahan-kelemahan dapat dilihat untuk kemudian diperbaiki.

     

    Dalam  bidang pengawasan

    ·           Untuk mengawasi kegiatan-kegiatan dan pengeluaran-pengeluaran. Tujuan utama dari perencanaan adalah memilih kegiatan yang paling menguntungkan. Kegiatan tersebut tidak hanya direncanakan saja, tetapi di dalam peleksanaannya harus diadakan pengawasan agar betul-betul seperti yang direncanakan. Beberapa kegiatan dan pengeluaran sangat perlu diawasi. Misalnya : kegiatan promosi penjualan, kadang-kadang mengeluarkan terlalu banyak biaya tanpa menghasilkan kenaikan penjualan yang sepadan. Atau kegiatan produksi yang terlalu jauh menyimpang dari rencana sehingga harga pokok per unit produk demikian tinggi.

    ·           Untuk pencegahan secara umum pemborosan-pemborosan, sebetulnya ini adalah tujuan yang paling umum daripada penyusunan budget. Kontrol terhadap pelaksanaan diharapkan dapat mengurangi pemborosan-pemborosan.


    • P;ERTEMUAN 2 (26 AGUSTUS 2021) "ANGGARAN KOMPREHENSIF DAN ANGGARAN PARSIAL"

      Anggaran Komprehensif dan Anggaran Parsial

       

      Deskripsi Materi :

      Memahami pengertian anggaran komprehensif dan kaitan berbagai komponennya  

      Pemahaman terhadap konsep dan aplikasi perencanaan dan pengendalian komprehensip dalam manajemen

       

      Anggaran Komprehensif

              Komprehensif artinya menyeluruh atau secara keseluruhan. Dalam menyusun anggaran, perusahaan dapat melakukannya dengan dua cara, yakni secara sebagian demi sebagian (partial) dan secara keseluruhan (comprehensive), oleh karena itu dikenal Comprehensive Budget.Comprehensive budget (Anggaran komprehensif) yakni penyusunan rencana perusahaan (Business budget) secara keseluruhan.


              Anggaran komprehensip merupakan anggaran dengan ruang lingkup yang menyeluruh. Aktivitas yang tercakup dalam anggaran komprehensip mencakup seluruh aktivitas perusahaan baik dalam bidang pemasaran, produksi, keuangan dan administrasi.

              Penyusunan anggaran komprehensif akan mendatangkan manfaat berupa adanya pendekatan secara sistematis terhadap kebijaksanaan manajemen, serta mempermudah diadakannya evaluasi tujuan akhir perusahaan secara kuantitatif. Dengan menyusun anggaran komprehensif juga membantu fungsi pengawasan yang lebih dinamis terhadap pelaksanaan kebijaksanaan-kebijaksanaan manajemen.

      Secara lebih tegas istilah "Comprehensive" dalam penganggaran dapat diartikan sebagai:

      ·       Pemakaian secara lebih luas konsep-konsep penganggaran dalam setiap kegiatan perusahaan.

      ·       Pemakaian total sistem approach dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari.

       

      Ada beberapa pedoman umum yang perlu diperhatikan dalam penyusunan anggaran komprehensif, yaitu:

      1.    Mengadakan spesifikasi terhadap tujuan yang luas daripada perusahaan.
      2.     Mempersiapkan rencana-rencana pendahuluan secara keseluruhan.
      3.    Menyusun rencana jangka panj ang dan jangka pendek.

       

      Dengan berdasarkan pedoman di atas, pada dasamya anggaran komprehensif dapat diuraikan menjadi komponen:

      A. Substantive Plan:

      Substantive Plan merupakan rencana yang mencerminkan tujuan apa yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, strategi yang dipakai serta asumsikannya. Substantive Plan sedapat mungkin disusun dalam bentuk yang formal sehingga dapat dijadikan pedoman yang sungguh-sungguh bagi perusahaan.


      B. Financial Plan:

      Financial Plan merupakan penjabaran segala hal yang direncanakan tersebut menjadi suatu anggaran yang memiliki perspektif keuangan. Dengan kata lain, financial plan merupakan usaha untuk mengkuantitaskan segala tujuan, rencana dan kebijaksanaan perusahaan. Secara lebih jauh financial plan merupakan penyajian secara lebih terperinci semua tujuan, rencana dan strategi tersebut untuk periode-periode waktu tertentu.

       

      Berdasarkan jangka waktunya maka financial plan dikelompokkan menjadi:

      1. Anggaran jangka panjang (Strategic Plan)

      Anggaran jangka panjang merupakan suatu perencanaan perusahaan untuk jangka waktu yang lama, yakni lebih dari satu tahun atau bahkan lebih dari lima atau sepuluh tahun. Penyusunan anggaran ini dilakukan sesuai dengan pola tujuan yang telah disusun pada saat perusahaan didirikan. Perusahaan didirikan tidak hanya untuk jangka waktu satu atau dua tahun saja. Karena itu perusahaan perlu menyusun perencanaan yang menyeluruh tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukannya dalam jangka panjang.

      Rencana jangka panjang merupakan suatu kesatuan yang utuh darl rencana-rencana yang disusun untuk kegiatan-kegiatan setiap tahun. Kadang-kadang perusahaan yang tidak menyusun perencanaan jangka panjang akan mengalami kesulitan dalam menyusun anggaran tahunan.

       

      2.    Anggaran tahunan (Tactical Plan).

      Anggaran Tahunan merupakan perencanaan kegiatan-kegiatan tahunan suatu perusahaan. Anggaran tahunan dikelompokkan menjadi:

      a.    Anggaran Operasional

      Anggaran operasional merupakan rencana seluruh kegiatan-kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Umumnya tujuan perusahaan adalah mendapatkan keuntungan. Anggaran operasional ini dibagi menjadi 2 bagian yakni:

      ·           Anggaran Proyeksi Rugi/Laba. Dalam anggaran ini dihitung atau ditaksir besarnya laba, baik menurut bagian, menurut jenis produk maupun laba yang merupakan keseluruhan.

      ·           Anggaran pembantu laporan Rugi/Laba (Income Statement Supporting Budget). Anggaran ini meliputi seluruh anggaran kegiatan-kegiatan yang menyokong penyusunan suatu laporan Rugi/ Laba (Income Statement).

       

      b. Anggaran Keuangan

      Anggaran keuangan ini disusun sebagai akibat terjadinya perubahan kekayaan, utang dan piutang perusahaan. Perubahan tersebut diakibatkan oleh kegiatan yang dilakukan perusahaan.
      Anggaran keuangan meliputi:

      -            Anggaran Proyeksi Neraca

      -      Anggaran Pembantu Proyeksi Neraca.

      -      Anggaran Penambahan Modal

      -      Anggaran Penyusutan Aktiva

       

      Komponen-Komponen Anggaran Komprehensif
              Komponen-komponen anggaran komprehensif secara lengkap adalah sebagai berikut:

      I.     Substantive Plan

      -    Tujuan-tujuan umum perusahaan.
      -    Tujuan khusus pensahaan.
      -    Strategi-strategi perusahaan.
      -    Penentuan berbagai asumsi dasar yang akan dipakai perusahaan seterusnya.

       

      II.     Financial Plan

      A.     Anggaran Jangka Panjang:

      1.    Penjualan, biaya dan laba.
      2.    Penentuan besarnya modal.
      3.    Penentuan tambahan modal.
      4.    Perkiraan arus dana.
      5.    Perkiraan kebutuhan tenaga kerja.


      B.    Anggaran Tahunan:

      1.        Anggaran operasional.

      a.         Anggaran proyeksi Rugi/Laba.
      b.         Anggaran pembantu laporan Rugi/Laba.

      i.    Anggaran penjualan.   
      ii    Anggaran produksi.
      iii    Anggaran biaya distribusi.
      iv    Anggaran biaya umum dan administrasi.
      v    Anggaran type appropriasi
      -    Anggaran iklan dan promosi.
      -    Anggaran penelitian.
      -    Anggaran pemeliharaan dan lain-lain.

       

       

      2.    Anggaran finansial.

      a. Anggaran neraca.
      b.    Anggaran pembantu neraca.

      -    Anggaran kas.   
      -    Anggaran piutang.
      -    Anggaran utang.
      -    Anggaran penambahan modal
      -    Anggaran penyusutan aktiva
      -    Anggaran persediaan
      -    Anggaran Biaya Finansial

       

      Anggaran Parsial

               Anggaran Parsial. Anggran parsial merupakan anggaran yang disusun dengan ruang lingkup yang terbatas atau dalam ruang lingkup yang sempit. Misalnya perusahaan hanya menyususn anggaran produksi saja, penjulan atau keuangan saja. Dalam anggaran parsial masing-masing bagian menyusun anggaran secara sendiri-sendiri, sehingga rencana tersebut disusun tidak terpadu, dibandingkan dengan anggaran komprehensip anggaran parsial lebih mudah disusun karena belum begitu kompleks. Ada beberapa alasan yang menyebabkan perusahaan menyusun anggaran secara partial, yaitu :

      1. Perusahaan tidak mempunyai kemampuan untuk membuat anggaran secara keseluruhan karena tidak adanya skill sehingga anggaran dibuat sebagian yang diperlukan saja.

       

      1. Tidak tersedianya data yang lengkap tentang keseluruhan bagian dalam perusahaan. Penyusunan anggaran mempunyai hubungan yang sangat erat dengan tersedia atau tidaknya data serta ketepatan data.
      2. Kekurangan biaya untuk membuat anggaran yang lengkap sehingga disusun anggaran yang perlu saja.

      • This week